Social Icons

Saturday, July 21, 2012

Biar Lambat asal Tersedak

Ada sebuah cerita lucu ketika aku dalam kondisi kritis di ICU. Begini ceritanya.

Waktu itu aku panas tinggi disertai menggigil. Tubuhku sudah dilapisi 3-4 lembar selimut. Suhu badan mencapai 42 derajad Celcius. Badanku sakit sekali, tubuh seperti melayang. Aku tidak sadar dan mengigau tidak karuan. Ada beberapa saudara, teman dan suster yang menemaniku sambil melakukan tindakan-tindakan seperti memberi obat turun panas, mengontrol perkembangan suhu tubuh, mengontrol tekanan darah dan mengompres badanku. Mereka diliputi kekhawatiran.

Nah, beberapa saat kemudian aku diberi air minum. Saat itu, aku meneguknya dengan cepat sehingga seorang suster kemudian mengingatkan, "Pak Pither, pelan-pelan minumnya, biar lambat asal ..... " Belum habis ia berkata, aku langsung menyambung, "iya Ibu, biar lambat asal tersedak". Wkwkwkwk... Semua langsung tertawa. Sejenak suasana menjadi ceria. Kata-kata igauan itu mungkin dipengaruhi kondisi saya saat itu yang kesulitan menelan dan sering tersedak saat makan atau minum.

Kejadian ini baru diceritakan padaku setelah aku sudah sadar dan menjadi cerita ringan jika mengingat kembli apa yang pernah terjadi selama sakitku.*

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Amsal 17:22).

No comments:

Post a Comment