Social Icons

Sunday, September 26, 2021

Citra Satelit Kawasan Wisata Pantai Fatuun-Kolbano 2011-2021


PERKEMBANGAN area wisata Pantai Fatuun dan Bukit Fatuhan di Desa Kolbano, Kabupaten TTS, Provinsi NTT 10 tahun terakhir berdasarkan citra satelit Google Earth. Dari alamiah menjadi hancur. 🤔

Dari tahun 2011-2019 tidak terlihat perubahan berarti alias masih cukup alamiah di bagian bukit. Barulah pada tahun 2021 nampak ada “perkembangan” yg sangat drastis di sana. “Untung” ada proyek Dana Desa 2020 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sehingga bukit itu berubah menjadi hancur. Kalau tidak, mungkin masih indah & alamiah. 😡😡😡

Read More>

Monday, May 10, 2021

Ironi Pantai Kolbano, 2021

(1). Galian proyek Bukit Fatu Han, 2020 | Dok. liputan4.com 

Disclaimer: 

Jangan fokus ke orang-orangnya tapi fokuslah ke lingkungan sekitar. Beta sengaja memilih foto-foto ini karena angel-nya paling cocok dengan apa yg hendak beta bahas. 

Keterangan Singkat: 

Orang-orang pada foto pertama berdiri di salah satu sisi jalan raya lintas Batu Putih - Kolbano - Betun, sementara excavator beroperasi di bukit yg berada di seberang jalan itu (Juni 2020). Foto kedua menggambarkan kenangan garis pantai Fatu Un yg masih cukup alamiah (± 2009), letak jalan berada sekitar 5 m di sisi kiri foto ini.

Foto ketiga adalah google street view dari jalan ke arah pantai di sekitar tempat itu (± 2016), dan foto keempat adalah kondisi terakhir di lokasi yg sama April 2021.

Read More>

Thursday, May 06, 2021

Bukit Fatu Han Tak akan Hancur & Dana 1,5 M Tak Sia-sia jika Perhatikan Data ini

Screenshot aplikasi My Elevation | Dokumentasi pribadi 
DULU saya sempat bilang kalo mau kembangkan bukit Fatu Han menjadi obyek wisata berkelas, cukup pake 500 juta alias cuma 1/3 dari 1,5 M biaya proyek GAGAL & MERUSAK kemarin (Baca: Bukit Fatuhan, Kolbano, Nasibmu Kini). Bagaimana hitungan kasar saya? 

Begini... 
Infrastruktur utama kalo mau bangun bukit itu adalah tangga seribu... Walaupun tangga seribu tak selalu berarti ada 1.000 anak tangga, tapi kita berasumsi saja bahwa memang akan dibangun seribu anak tangga...

Dengan kontur seperti bukit Fatu Han maka dimensi ideal anak tangga berkisar: tinggi 20 cm, lebar injakan 0,5 m &  lebar tangga 1,5 m. Dari dimensi itu, biaya bahan mungkin sekitaran 200 ribu per anak tangga
Read More>

Monday, April 26, 2021

Bukit Fatuhan, Kolbano, Nasibmu Kini

Desain Bukit Fatuhan | Sumber: fakta-tts.com

Salam TTS namas... 

Masih ingat proyek fantastis Bukit Fatuhan berbiaya ± 1,5 M tahun 2020 lalu?

Media saat itu memberitakan secara luas kalo proyek PARIWISATA MODERN itu akan dibangun di bukit dalam kawasan wisata Fatuun, Kolbano. Dikerjakan bertahap selama 3 tahun, diawali dengan silpa 2019 senilai ± 500 juta. 😐

Read More>

Wednesday, August 26, 2020

50 Tahun lagi Bahasa Timor-Dawan bisa Tinggal Nama

Alkitab Bahasa Amanuban | screenshot UBB
Alkitab Bahasa Amanuban | Sumber:  screenshot UBB

“Lasi nak on i yoo mana' pinat, man aklahat, ho ate ma usi' kaim matua' kait ma  ama' kaim neee ......... ma ena' kai'...!!!”

Beberapa hari lalu (pertengahan Agustus 2020) dalam sebuah talk show Kompas TV, direktur lembaga survey Indobarometer M Qodari (kalau tidak salah ingat), melontarkan sebuah fakta tentang pernikahan yakni "saat ini sekitar 25 % masyarakat Indonesia menikah antar suku." 

Kalau kita anggap angka itu berlaku juga untuk Atoin Meto' (suku Timor Dawan) maka saat ini juga ada 25 % orang Timor yang menikah dengan suku lain. 

Lalu... 

Read More>

Saturday, June 20, 2020

Mempertanyakan Desain Bukit Fatuhan di Pantai Kolbano

Pantai Fatuun & Bukit Fatuhan | Sumber: dokumentasi pribadi 

Untuk teman-teman yg tau atau ikut mendesain bukit Fatuhan, bisa jawab beta pung keingintahuan ini ko? Sekaligus ada sedikit beta pung komentar. 

1. Apakah penentuan trase tangga sudah berdasarkan data survei & pemetaan ko? Karena, pengamatan beta, lereng bukit sonde selandai yg ada dalam gambar melainkan sangat terjal, terutama mendekati puncak. (BETA LAMPIRKAN SEBUAH FOTO YG MEMPERLIHATKAN KEMIRINGAN LERENG FATUHAN, SILAKAN DIBANDINGKAN SENDIRI). Oleh karena itu, akan sonde nyaman didaki & berisiko kalo trasenya hampir lurus seperti yg terlihat dalam desain, sonde dibuat berkelok-kelok (leter S) untuk menyiasati keterjalan. 🤔

Read More>

Wednesday, August 21, 2019

Bajakah, Sang Pohon Ajaib Penyembuh Kanker juga "ada" di Timor

Tumbuhan Bajakah di rimba gambut Kalimantan Tengah | Sumber: kompas.com 
HAMPIR 2 minggu terakhir cukup viral liputan Aiman Kompas TV tentang Bajakah, sejenis tumbuhan menjulur berkayu keras dari hutan Kalimantan yang konon ampuh untuk menyembuhkan penyakit kanker hingga stadium IV. Penelitian 2 siswi SMAN 2 Palangka Raya tentang manfaat akar pohon endemis hutan gambut ini berhasil menjuarai World Intention Creativity Olympic (WICO) 2019 di Seoul, Korea Selatan akhir Juli lalu. 

Sebelum mendunia, Bajakah sudah dikenal oleh Orang Dayak sejak nenek moyang sebagai tumbuhan obat mujarab, namun selalu dihubungkan dengan mistik. 
Read More>

Sunday, October 29, 2017

Bahasa Timor Terancam Punah?

Doa Bapa Kami dalam bahasa Timor
MENURUT para ahli bahasa, faktor utama penyebab punahnya sebuah bahasa daerah selain perkawinan antar suku dan sedikitnya jumlah penutur aktif, yakni ketidaksesuaian antara pengucapan dan penulisan. Pada poin pertama dan ketiga ini, Bahasa Timor – Dawan (uab meto') termasuk di dalamnya.

Berikut saya hanya akan membahas poin ketiga yakni ketidaksesuaian antara pengucapan dan penulisan.

Lewat obrolan-obrolan menggunakan Bahasa Timor tulis seperti di media sosial, SMS, dan lain-lain, terlihat banyak sekali penulisan yang tidak sesuai dengan apa yang diucapkan. Kebanyakan orang menulis seolah sedang menggunakan Bahasa Indonesia padahal tata bahasa Bahasa Timor berbeda jauh dengan Bahasa Indonesia.
Read More>

Thursday, August 10, 2017

Kéa dan Lubang Tambang Raksasa di Pantai Kolbano, Timor

Pantai Kolbano | Dok. Pribadi
Saya besar dari keluarga yang akrab dengan pantai. Bapa Besar saya namanya Bapa Min, punya satu kemampuan yang tidak dimiliki kebanyakan warga di pesisir Kolbano yakni mengenali perilaku penyu alias Kéa dalam Bahasa Kupang (Bahasa Timor : ) yang sering memilih Pantai Kolbano sebagai tempat berkembang biak.

Bapa Min cukup hafal kapan musim bertelur dan kapan waktu terbaik seekor kéa betina datang menitipkan telur-telurnya di dalam pasir untuk dierami.
Read More>

Thursday, February 02, 2017

Mungkin Tuhan Mulai Bosan atau Pantai Sudah Enggan Bersahabat dengan Kita?

Pantai Kolbano kekinian. (Sumber kolase foto: pribadi, web & Facebook).
"Ba'i buyut (bapaknya kakek) kamu cukup hebat membaca tanda alam dari pergerakan benda-benda langit itu," kata ba'i (kakek) mengawali cerita ketika sedang berdua di suatu malam musim kemarau, 20-an tahun silam dengan Bahasa Timor. Langit Desa Kolbano nampak cerah dihiasi ribuan bintang yang bertaburan.

"Dia jeli dan akurat meramalkan kondisi musim berikut, maupun memprediksikan kapan tiba musim hujan dengan tepat hanya dengan mengamati posisi bintang-bintang," ba'i melanjutkan. Saya selalu antusias menyimak cerita beliau seperti ini.
Read More>

Tuesday, June 28, 2016

Kalimat Ambigu (Belajar dari Kasus Pertengkaran Gara-gara Status Facebook)

Ilustrasi | Photo4Design.com
DALAM bahasa tulis, dikenal adanya kalimat ambigu, yaitu kalimat yang menimbulkan makna berbeda apabila disalahterjemahkan (definisi bebas versi saya, hehehe). Kesalahan itu akibat ketiadaan tanda baca, penggunaan tanda baca yang tidak tepat atau kesalahan penekanan oleh si pembaca.
Read More>

Friday, August 15, 2014

Para Pahlawan itu Perlu Dihargai dengan Pantas (Catatan tentang Perang Kolbano-Timor 1907)

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya (Soekarno, 1961).

Monumen perang Kolbano yang didirikan Belanda
tahun 1908 (Dok. pribadi).
Beberapa bulan lalu saya menulis artikel Orang Jawa yang Tewas dalam Perang Kolbano di Timor, 26 Oktober 1907. Di situ tercantum nama-nama tentara Belanda yang tewas dalam perang Kolbano dimana dari 16 orang yang tewas, hanya 2 orang Eropa sedangkan 14 lainnya adalah orang Jawa. Dalam artikel itu sekaligus saya menyampaikan tentang 3 orang pahlawan Kolbano (Boi Kapitan, Pehe Neolaka dan Esa Taneo) yang ditangkap lalu dibuang ke tempat lain yang tidak dketahui hingga kini.
Read More>

Thursday, January 02, 2014

2014 Akan Menjadi Tahun yang Menyenangkan

Ira Forest Stanphill (Sumber: iFPHC.org).
Cemas? Semua orang pasti pernah mengalaminya. Siapa yang tidak cemas kalau tiba-tiba orang terdekatnya sakit, terancam di-PHK, bawahan berulah, usaha terancam bangkrut, perilaku anak/saudara yang menyimpang, dan lainnya.

Reaksi kita menghahapi kecemasan beragam, ada yang berdoa, menangis, berdiam diri, berkumpul dengan teman-teman, berlibur, menghilang dan lain-lain. Semua bentuk reaksi itu tergantung pada anggapan pribadi bahwa dengan cara itulah kecemasan itu bisa hilang. Sebagian orang mengambil langkah tepat tetapi ada yang mengambil langkah keliru yang justru membawanya semakin tenggelam dalam jurang kehancuran.
Read More>

Wednesday, December 11, 2013

WASH NTT dan Cambuk di Balik Iklan CSR

Dimuat di harian Timor Express, Rabu (11/12/13) juga di situs IRGSC: (www.irgsc.org/opinion/WASH-NTT.html)

Kontroversial iklan CSR dari Lifebouy bertema "5 tahun bisa untuk NTT" yang mengambil lokasi di Desa Bitobe, Kabupaten Kupang akhirnya oleh Unilever dicabut dan dihentikan dari semua stasiun TV di Indonesia. Dengan demikian, juru kampanye lewat petisi di media sosial Change merayakan keberhasilan atas suksesnya petisi tersebut.

Iklan CSR kesehatan adalah pisau bermata dua. Bagi Lifebuoy, terjadinya diare karena kurangnya kesadaran masyarakat NTT akan pentingnya kebersihan. Bantuan konsumen dengan membeli sabun Lifebuoy diharapkan bisa membantu balita-balita di NTT untuk bebas dari diare sehingga bisa merayakan ulang tahun kelima dan seterusnya.
Read More>

Friday, October 11, 2013

Dari Liga Tarkam Yabes Menembus Timnas, Sebuah Cambuk Bagi PSSI NTT


Foto saat Yabes Roni Malaifani membela PS KDP
sebuah klub asal kampungnya Morram (Moru)
Kecamatan Alor Barat Laut.
(Doc. Leader Ismail/Facebook).

Yabes Roni Malaifani pemain debutan Timnas U-19 yang mencetak gol kedua Indonesia ke gawang Filipina dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia di Gelora Bung Karno Kamis (10/10) adalah seorang remaja dari Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD) Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Yabes adalah pemain hasil "blusukan" pelatih Timnas U-19 Indra Sjafrie ke Kabupaten "nusa kenari" itu.

Indonesia tentu tidak akan bersorak gembira malam tadi seandainya Pelatih Indra Sjafrie tidak langsung turun ke Alor tapi mengharapkan sodoran nama dari PSSI NTT. Yabes bukanlah pemain yang dihasilkan melalui turnamen El Tari Memorial Cup, ajang sepak bola paling bergengsi tingkat Provinsi NTT atau turnamen resmi lain di NTT tapi dari liga tarkam (antar kampung).
Read More>

Monday, August 12, 2013

"Kenapa Dia Kuat Sedangkan Saya Lemah?"

Sharing tentang manfaat & kelebihan berasuransi Prudential,
Restoran Subasuka, Kupang, 19/9/2015 (ilustrasi | updated)
Hari Minggu (4/8/2013), Kak Elim bersama belasan orang pemuda dari desa tempat ia mengabdi, Oeteta menyempatkan diri datang mengunjungi saya. Kami sedikit bercerita tentang kunjungan saya ke desa mereka 3 tahun lalu yang mana hanya kurang dari 1 bulan kemudian saya sudah terjatuh sakit. Ada yang masih mengingat saat ketika kami datang itu namun kebanyakan mereka sepertinya tidak ingat. Dan yang pasti kami semua tidak saling mengenal, kecuali Indra yang sempat datang bersama kak Elim menjengukku ketika sudah sakit. Saya senang karena kedatanganku dulu sepertinya biasa saja namun ini bisa menjadi jalan Tuhan untuk selanjutnya kami bisa bertemu dan bisa saling menguatkan.
Read More>

Thursday, November 22, 2012

Pantai Kolbano, (Bekas) Pantai Indah dan Unik di Selatan Timor

Pantai Kolbano dipotret dari lereng gunung.

Desa Kolbano, sebuah desa unik di pantai selatan Pulau Timor, Kabupaten Timor Tengah Selatan-NTT, berjarak sekitar 90 km dari SoE (ibu kota kabupaten) dan 140 km dari Kupang (ibukota provinsi). Mata pencaharian utama warganya adalah petani dan nelayan juga beternak.

Desa Kolbano memiliki sebuah 'Mite' (cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh yang empunya cerita) yang cukup terkenal di bumi TTS dan Timor umumnya. Mite (mitos) yang sudah ada sejak berabad lalu yaitu kisah "Bi Kabin." Cerita tentang seorang gadis anak manusia bernama Bi Kabin yang menikah dengan Raja Laut (Na' Besimnasi = Buaya). Konon pada jaman dahulu, untuk menjaga kelestarian alam dan hubungan kekerabatan dengan Na' Besimnasi, keluarga Bi Kabin bersama warga desa selalu melakukan ritual tahunan tertentu di pantai ini.
Read More>

Saturday, November 10, 2012

Sudahkah Anda Mengetahui Bahasa Cinta Pasangan Anda?

Seorang counselor pernikahan dan pakar relationship Dr. Gary Chapman (Penulis buku "5 Love Languages") mengemukakan tentang adanya bahasa cinta setiap pribadi yang berbeda-beda dan itu sangat mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Entah itu hubungannya dengan istri, suami, pacar, orang tua, anak maupun teman-teman. Terbentuknya bahasa cinta seseorang sangat dipengaruhi oleh didikan dan komunikasi dalam keluarga. Menurut Chapman ada 5 jenis bahasa cinta yaitu :

1. Words of Affirmation.
Read More>

Sunday, November 04, 2012

Rumah Sakit WZ Johannes-Kupang Belum Bersahabat Dengan Kursi Roda

Beberapa orang sedang mendorong seorang bapak dengan kursi roda didepan poliklinik penyakit dalam.
Beberapa orang sedang mendorong seorang bapak dengan kursi roda didepan poliklinik penyakit dalam.


Hampir setahun ini saya sering memakai kursi roda untuk berhubungan dengan RSUD. WZ. Johannes Kupang demi perjuangan melawan penyakit Myelitis Transfersa yang telah membuatku lumpuh 2,5 tahun belakangan. Setidaknya satu bulan sekali saya harus kesana untuk kontrol, selain check up untuk kebutuhan administrasi kantor.

Setelah mengalami dan mengamati masalah dan kebutuhan orang yang berkursi roda seperti saya, saya melihat sepertinya belum ada perlakuan khusus bagi mereka di RS ini. Padahal sebagai lembaga publik yang berhubungan dengan orang sakit dan kursi roda adalah salah satu alat penunjang utama, mestinya manajemen menaruh perhatian khusus terhadap masalah ini.
Read More>

Saturday, June 16, 2012

EPEN-kah? (catatan kecil buat adik-adik mahasiswa)

Pesta sepak bola 4 tahunan, Piala Eropa (Euro) datang lagi. Dimana-mana semua orang membicarakannya, laki-laki, perempuan, anak-anak, orang dewasa, yang hobby sepak bola maupun yang ikut-ikutan. Dimana-mana ada nonton bareng. Acara TV, radio, berita koran sampai jejaring sosial hampir semua membahas sepak bola. Semua orang larut didalam kemeriahan itu. Tapi problemnya adalah waktunya bersamaan dengan Ujian Akhir Semester (UAS). Bingung, belajar atau nonton bola? Tidak belajar nanti tidak lulus dan harus program ulang semester berikut. Kalau tidak nonton bola nanti ketinggalan info, lagian ini 4 tahun sekali, sayang sekali kalau dilewatkan. Bisa jadi 4 tahun lagi tidak bisa nonton Euro karena berbagai alasan. Dan kebingungan-kebingungan lain.
Read More>