Social Icons

Wednesday, October 03, 2018

Tentang TEGAR, Buku Otobiografi Saya

Cover depan TEGAR | Dok. Pribadi
Buku berjudul lengkap, "TEGAR; Catatan Perjuangan Melawan Kelumpuhan Akibat Mielitis Transversa", merupakan buku tentang pengalaman hidup saya sebagai seorang penyintas Mielitis Transversa sejak tahun 2010 yang saya tulis sendiri.

Mielitis Transversa telah merenggut banyak hal dari hidup saya. Apa  yang telah, sedang dan ingin saya lakukan hingga usia 29 tahun "dihancurkan" dalam sekejap. Pencapaian-pencapaian berantakan, impian-impian harus dikubur dalam-dalam.

Penderitaan akibat hantaman penyakit infeksi pada sum-sum tulang belakang itu pun tidaklah ringan, berbulan-bulan harus mendekam di ICU dan ruang perawatan rumah sakit, berbagai kondisi kritis harus saya lalui, aneka terapi saya coba, rasa nyeri tak tertahankan saya akrabi, bahkan kematian pun sudah tak menakutkan. Belum ditambah pergumulan akan keterbatasan sarana-prasarana medis hingga minimnya informasi tentang salah satu penyakit autoimun ini.

Namun, inilah hidup. Ada episode di mana kita tak memiliki kuasa untuk menepis kemalangan yang menghampiri. Kita hanya bisa tabah, tegar dan bersyukur menghadapinya.

Cover belakang TEGAR | Dok. Pribadi
Hidup hanya sekali dan berliku, apakah kita sudah berbuat maksimal? Jawabannya mungkin relatif bagi setiap orang. Tetapi bagi saya, selagi napas masih berembus, saya ingin terus melakukan sesuatu bagi orang lain. Ketika jantung masih berdetak, menyerah tak harus menjadi pilihan.

"Jika kaki tidak ada, masih ada tangan; jika tangan juga sudah tidak ada, masih ada mulut". Kalimat penyemangat  yang pernah saya dapatkan dari seorang kakak. Dengan tubuh  yang lumpuh dari kaki hingga dada (ruas T6-T7), praktis, menulis adalah salah satu aktivitas ideal yang bisa saya lakukan untuk orang lain walaupun hanya dari pembaringan atau kursi roda. Menulis buku menjadi impian baru.

Untuk bisa menghasilkan buku maka harus ada kata pertama  yang digoreskan. Di sinilah peran Kompasiana. Dalam ketidakmahiran menulis, kadang harus menahan nyeri di badan hingga jari-jari  yang sedikit tremor dan kaku, saya merangkai kata menjadi artikel-artikel yang saya labeli #pithermielitistransversa (di blog saya kumpulkan dalam kategori myelitis transversa). Semangatnya hanya satu, berbagi dengan orang lain sembari meninggalkan jejak.

Artikel pertama pun saya upload t(8/5/2012). Selanjutnya walaupun tak rutin, saya terus berusaha menulis. Beberapa artikel diapresiasi TA atau HL. Selain Kompasiana, saya juga menulis di blog pribadi (pitherpung.blogspot.com). Lewat tulisan-tulisan itu pun saya dipertemukan dengan banyak penyintas Mielitis Transversa dari seluruh Indonesia.

Kolase pembaca TEGAR | Dok. Pribadi
Hingga akhirnya saya bisa menghasilkan  buku berjudul TEGAR setebal 264 halaman yang diterbitkan oleh IRGSC Kupang pada Agustus 2018. Selain pengalaman perjuangan, buku ini juga menyajikan hal-hal yang mungkin dibutuhkan para penyintas dan mereka  yang hidupnya bersinggungan dengan Mielitis Transversa serta informasi, inspirasi dan motivasi yang perlu untuk dibaca siapa saja, entah sehat atau sakit, medis atau awam, kaya atau miskin, dll.

TEGAR adalah salah satu ikhtiar saya untuk menjalani hidup semaksimal mungkin. 

[Selanjutnya] Testimoni-testimoni pembaca TEGAR >>>

Jangan lewatkan juga:
Hidup Hanya Sekali dan Penuh Liku, Jalanilah dengan Tegar dan Maksimal
_________

Saudara bisa memesan buku TEGAR dengan menghubungi Randy Banunaek, email Randy.banunaek@gmail.com.

4 comments:

  1. Mohon bisa mendapatkan deskripsinya untuk saya muat dalam blog buku saya http://daonlontarbooks.blogspot.com/
    terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik. Tolong kasi emailnya atau hubungi saya ke pitherpung@gmail.com biar saya kirimkan lewat sana saja. Makasih.

      Delete