Social Icons

Tuesday, May 07, 2019

Benarkah Sindrom Guillain-Barre dan Mielitis Transversa Menular?

Ilustrasi | Sumber: Verywell Health
Hari-hari seperti ini 9 tahun lalu, banyak orang takut mendekati saya yang sedang terbaring di ICU RSUD Prof. W.Z Johannes Kupang karena didiagnosis mengidap penyakit Sindrom Guillain-Barre/Guillain-Barre Syndrome (GBS)—sebelum nantinya tegak diagnosis Mielitis Transversa. Saya mulai dirawat di rumah sakit ini sejak 29 April 2010.

Ketakutan berawal dari fakta bahwa ada seorang teman akrab saya yang meninggal setahun sebelumnya juga didiagnosis mengidap GBS. Karena itulah disinyalir saya telah tertular dari teman itu. Saya tidak mendapat pengakuan langsung tapi bisa terbaca lewat ekspresi maupun selentingan yang berkembang. 

Saya memakluminya karena saya tahu masalah utama sebenarnya bukan ketakutan tertular tetapi keterbatasan informasi tentang GBS.

Guillain-Barre Syndrome, Mielitis Transversa (Transverse Myelitis) dan ratusan penyakit lainnya adalah jenis penyakit autoimun yakni kondisi ketika antibodi yang harusnya menjaga tubuh seseorang dari serangan kuman justru khilaf dan berbalik menyerang jaringan tubuh sendiri. Bukan hanya saraf, autoimun bisa terjadi pada hampir seluruh organ tubuh seperti mata, usus, hati dan sebagainya. 

Walaupun belum diketahui secara pasti (idiopatik), terdapat beberapa faktor yang disebut-sebut sebagai pemicu autoimun diantaranya : genetik, lingkungan, perubahan hormon maupun infeksi atau peradangan. Autoimun tidak dapat menular dari orang lain

Mungkin anda bertanya, penyakit apa saja yang tergolong autoimun? 

Menurut database American Autoimmune Related Disease Association (AARDA), ada setidaknya 157 jenis penyakit autoimun yang sudah teridentifikasi di seluruh dunia seperti yang tertera dalam daftar di bawah. Nama-nama penyakit ini memang jarang terdengar dan tidak mudah diingat namun, sebagai patokannya, kalau dokter sudah mengatakan bahwa sebuah penyakit yang diderita termasuk autoimun maka yakinlah bahwa itu tidak menular. 

So, daripada menjauhi penderita autoimun karena alasan takut tertular, lebih baik mendekat karena dukunganmu sangatlah dibutuhkan bagi upayanya melawan penyakit yang kebanyakan masih langka di sekeliling kita itu. 
–––

Inilah nama-nama penyakit autoimun yang sudah teridentifikasi AARDA:

1. Acute Disseminated Encephalomyelitis (ADEM)
2. Acute Necrotizing Hemorrhagic Leukoencephalitis
3. Addison's Disease
4. Agammaglobulinemia 
5. Alopecia Areata
6. Amyloidosis
7. Ankylosing Spondylitis
8. Anti-GBM/anti-TBM Nephritis
9. Antiphospolipid Syndrome (APS)
10. Autoimmune Angioedema
11. Autoimmune Aplastic Anemia (AIHA)
12. Autoimmune Dysautonomia
13. Autoimmune Hepatitis
14. Autoimmune Hyperlipidemia
15. Autoimmune Immunodeficiency
16. Autoimmune Inner eardisease (AIED)
17. Autoimmune Myocarditis
18. Autoimmune Oophoritis
19. Autoimmune Pancreatitis
20. Autoimmune Retinopathy
21. Autoimmune Trombocitopenic Purpura (ATP)
22. Autoimmune Thyroid Disease
23. Autoimmune Urticaria
24. Axonal & Neronal Neuropathies
25. Balo Disease
26. Behcet's Disease
27. Bullous Pemphigoid
28. Cardiomyopathy
29. Castleman Disease
30. Celiac Disease
31. Chagas Disease
32. Chronic Fatigue Syndrome
33. Chronic Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy (CIDP)
34. Chronic Recurrent Multiforal Ostomyelitis (CRMO)
35. Chrug Straus Syndrome
36. Cicatrical Pemphigoid/Benign Mucosal Pemphigoid
37. Chrohn's Disease
38. Cogans Syndrome
39. Cold Agglutinin Disease
40. Congenital Heart Block
41. Coxsactic Myocarditis 
42. Crest Disease
43. Essential Mixed Cryoglobulinemia
44. Demyelinating Neuriphaties
45. Dermatitis Herpetiformis
46. Dermatomyositis
47. Devic's Disease (neuromyelitis optical)
48. Discoid Lupus
49. Dressler's Syndrome
50. Endometriosis
51. Eosinophilic Esophasitis
52. Eosinophilic Facilitis
53. Erythema Nodosum
54. Experimental Allergic Encephalomyelitis
55. Evan's Syndrome
56. Fibromyalgia
57. Fibrosing Alveolitis
58. Giant Cells Arteritis (temporal arteritis)
59. Giant Cells Myocarditis
60. Glomerulonephritis
61. Goodpassture's Syndrome
62. Granulomatosis with Polyangitis
63. Graves Disease
64. Guillain Bare Syndrome
65. Hashimoto's Encephalitis
66. Hashimoto's Thyroid
67. Hemolytic Anemia
68. Henoch Schonlein Purpura (HSP)
69. Herpes Gestations
70. Hypogammaglobulinemia
71. Idiopathic Trombocitopenic Purpura (ITP)
72. IgA Nephropathy
73. IgG 4 Releated Sclerosing Disease
74. Immunoregulatory Lipoproteins
75. Inclusion Body Myositis
76. Interstitial Cystitis
77. Juvenile Arthritis
78. Juvenile Diabetes (type 1)
79. Juvenile Myositis
80. Kawasaki Syndrome
81. Lambert Eaton Syndrome
82. Leukocytoclastic Vasculitis
83. Lichen Planus
84. Lichen Sclerosis
85. Ligneous Conjunctivitis
86. Linear IgA Disease (LAD)
87. Lupus (SLE)
88. Lyme Disease Chronic
89. Meniere's Disease
90. Microscopic Polyangilitis
91. Mixed Connective Tissue Disease (MCTD)
92. Mooren's Ulcer
93. Mucha Habermann Disease
94. Multiple Sclerosis
95. Myasthenia Gravis
96. Myositis
97. Marcolepsy
98. Neuromyelitis Optica
99. Neutropenia
100. Ocular Cicatricial Pemphigoid
101. Optic Neuritis
102. Palindromic Rheumatism
103. Paraneoplastic Cerebellar Degeneration
104. Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria (PNH)
105. Parry Romberg Syndrome
106. Parsonnage Turner Syndrome
107. Pars Planitis  (peripheral uveitis)
108. Pemphigus
109. Peripheral Neuropathy
110. Perivenous Encephalitis
111. Pernicious Anemia
112. POEMS Syndrome
113. Polyarteritis Nodosum
114. Type 1,2 & 3 Autoimmune Polyanglandular Syndrome
115. Polymyalgia Rheumatica
116. Polymositis
117. Postmyocardial Infarct Syndrome
118. Postpericardiotomy Syndrome
119. Progesterme Dermatitis
120. Primary Billiary Cirrhosis
121. Primary Sclerosing Cholangitis
122. Psoriasis
123. Psoriatic Arthritis
124. Idiopathic Pulmunary Fibrosis
125. Pyoderma Gangrenosum
126. Pure Red Cell Aplasia
127. Raynauds Phenomenon
128. Reactive Arthritis
129. Reflex Sympathetic Dystrophy
130. Reiter's Syndrome
131. Relapsing Polychondritis
132. Restless Legs Syndrome
133. Retroperitoneal Fibrosis
134. Rheumatic Fever
135. Rhematoid Arthritis
136. Sarioidosis
137. Schmidt Syndrome
138. Scleritis
139. Scleroderma
140. Sjorgen syndrome
141. Sperm & Testicular Autoimmunity
142. Stiff Person Syndrome
143. Subacute Bacterial EndoCarditis  (SBE)
144. Susac's Syndrome
145. Sympathetic Ophthalmia
146. Takayasu's Arthretis
147. Temporal Arteritis/Giant Cell Arteritis
148. Thrombocytopenic Purpura (TTP)
149. Tolosa Hunt Syndrome
150. Transverse Myelitis
151. Type 1 Diabetes
152. Ulcerative Colitis
153. Undifferentiated Connective Tissue Disease  (UCTD)
154. Uveitis
155. Vasculitis
156. Vesiculobullous Dermatosis
157. Vitiligo
–––

No comments:

Post a Comment